Memuat...

  • 16 April 2026 05:55 AM

SD Mumtaz Sidoarjo Luncurkan Inclusive Home Care & Therapy untuk Anak Inklusi

SD Mumtaz Sidoarjo Luncurkan Inclusive Home Care & Therapy untuk Anak Inklusi

SD Mumtaz Taman Sidoarjo luncurkan program Inclusive Home Care & Therapy untuk dukung layanan holistik anak berkebutuhan khusus.

SIDOARJOUPDATE – SD Muhammadiyah 12 Taman (SD Mumtaz) Sidoarjo meluncurkan program Inclusive Home Care & Therapy Program dalam seminar internasional, Sabtu (20/9/2025), sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan layanan holistik bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).

Layanan Holistik untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Humas SD Mumtaz, Heni Dwi Utami, menyebut program ini lahir dari meningkatnya jumlah anak inklusi setiap tahun. Menurutnya, sistem pengelompokan (grouping) dinilai kurang efektif.

“Inovasi kami adalah home care dan terapi individu, didukung 48 pengajar inklusi bersertifikasi,” ujar Heni.

Keunikan program juga terletak pada terapi Al-Qur’an. Doa Furqan dibacakan sambil menyentuh titik-titik hangat di tubuh anak untuk menstimulasi respons positif.

Dukungan Internasional dan Edukasi Autisme

Miss Fadzlin Sofia Binti Mat Ghani dari Penawar Special Learning Center (PSLC) Malaysia menjelaskan ciri umum Autism Spectrum Disorder (ASD), seperti:

  • Perilaku berulang dan obsesif (misalnya mengibas tangan).
  • Kesulitan bersosial dan berkomunikasi (sulit kontak mata, suka bermain sendiri).
  • Masalah pemrosesan sensori (respons berlebihan atau kurang terhadap rangsangan).

Selain edukasi, PSLC bekerja sama dengan SD Mumtaz menyediakan layanan skrining dini gratis untuk anak usia 7–11 tahun.

Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua Jadi Kunci

Psikolog UIN Sunan Ampel, Dr. Meirrina, M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi rumah dan sekolah.

“Semakin tahun, semakin banyak anak spesial. Pendidikan kognitif perlu disertai terapi dan disinambungkan dengan tiga pilar: anak, orang tua, dan sekolah,” tegasnya.

Merayakan Keberagaman, Mengukir Prestasi

Dengan tema “Merayakan Keberagaman, Mengukir Prestasi: Anak Istimewa, Setiap Anak Berbakat,” acara ini menjadi ajang apresiasi bakat siswa ABK sekaligus mendorong optimisme orang tua dan masyarakat dalam mendukung inklusivitas pendidikan. (RM/SN/SU.id)