Memuat...

  • 16 April 2026 04:27 AM

Marc Marquez Redam Ekspektasi: Musim Sempurna MotoGP 2025 Sulit Terulang

Marc Marquez Redam Ekspektasi: Musim Sempurna MotoGP 2025 Sulit Terulang

Marc Marquez menilai dominasi MotoGP 2025 sulit diulang. Pebalap Ducati itu memilih realistis jelang musim baru usai cedera bahu.

SIDOARJOUPDATE.id - Juara dunia MotoGP tujuh kali, Marc Marquez, memilih bersikap realistis jelang musim berikutnya. Pebalap Ducati Lenovo itu menilai dominasi luar biasa yang ia tunjukkan sepanjang MotoGP 2025 akan sangat sulit diulang, seiring format balapan yang semakin kompetitif.

Marc Marquez memasuki MotoGP 2025 dengan status favorit kuat juara dunia usai bergabung dengan tim pabrikan Ducati Lenovo. Kepindahannya dari Gresini Ducati GP23 langsung mengembalikan performa terbaik sang pebalap asal Spanyol.

Namun, hasil yang dicapai Marquez melampaui ekspektasi banyak pihak. Pebalap berusia 32 tahun itu tampil dominan sejak awal musim hingga memastikan gelar juara dunia kelas premier ketujuh dalam kariernya.

Sepanjang MotoGP 2025, Marquez mencatatkan 11 kemenangan grand prix dan 14 kemenangan sprint race. Ia bahkan menorehkan tujuh akhir pekan sempurna secara beruntun—mengamankan 37 poin penuh—mulai seri Aragon hingga Hungaria.

Gelar juara dunia berhasil dikunci saat kompetisi masih menyisakan lima seri balapan, sebuah pencapaian langka di era MotoGP modern.

“Target saya memang berjuang memperebutkan gelar juara dunia, tapi saya tidak pernah membayangkan musim sebaik ini,” ujar Marquez kepada El Periódico, Selasa (23/12/2025).

Marquez mengakui bahwa format MotoGP saat ini membuat dominasi sempurna semakin sulit dipertahankan. Kehadiran sprint race dan balapan utama membuat beban konsistensi kian berat.

“Saat ini, saya pikir hampir mustahil mengulanginya. Dengan adanya sprint race dan balapan utama, poin yang diperebutkan setiap akhir pekan sangat besar. Tidak mudah untuk selalu sempurna,” katanya.

Meski demikian, Marquez menilai musim 2025 tetap menunjukkan konsistensi tinggi meski tidak lepas dari kesalahan.

“Kami menjalani musim yang sangat solid. Ada beberapa kesalahan, tetapi kami memenangkan banyak balapan.”

Langkah Marquez di penghujung musim harus terhenti lebih cepat. Ia absen pada empat seri terakhir akibat cedera bahu serius yang dialaminya setelah terlibat insiden dengan Marco Bezzecchi pada Grand Prix Indonesia.

Cedera tersebut memaksanya fokus penuh pada pemulihan, meski gelar juara dunia sudah lebih dulu diamankan.

Terkait kondisi fisiknya, Marquez menyebut pemulihan berjalan ke arah positif meski membutuhkan waktu dan kesabaran.

“Secara fisik, kondisinya terus meningkat, dan itu yang paling penting,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa setelah empat hingga lima pekan imobilisasi, kekuatan lengan menurun secara signifikan sehingga pemantauan medis rutin menjadi hal krusial.

“Sekarang kami memantaunya secara berkala setiap dua pekan untuk memastikan semuanya berjalan baik.”

Marquez menekankan bahwa penyembuhan tulang dan ligamen harus berjalan sempurna sebelum memasuki tahap rehabilitasi yang lebih intensif.

“Untuk saat ini, saya masih menghabiskan banyak waktu untuk terapi—fisioterapi, ruang hiperbarik, apa pun yang bisa membantu pemulihan. Semua itu menjadi tambahan yang sangat berarti.”

Dengan kondisi fisik yang masih dalam tahap pemulihan, Marquez memilih meredam ekspektasi publik. Meski tetap menjadi salah satu kandidat terkuat di MotoGP, ia menegaskan bahwa mengulang musim sempurna seperti 2025 bukan target yang mudah dicapai. (RM/SN/SU)