Memuat...

  • 16 April 2026 05:49 AM

Rumah Pompa Siaga 24 Jam, Pemkab Sidoarjo Maksimalkan Penanganan Banjir

Rumah Pompa Siaga 24 Jam, Pemkab Sidoarjo Maksimalkan Penanganan Banjir

Pemkab Sidoarjo menyiagakan rumah pompa 24 jam dan mengeruk saluran untuk mencegah banjir di depan Lippo. Penanganan diperkuat dengan pompa portable tambahan.

SIDOARJOUPDATE - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengerahkan dua rumah pompa dan tiga pompa portabel yang disiagakan selama 24 jam untuk mengatasi banjir yang sering melanda kawasan jalan depan Lippo Mall Sidoarjo. Selain itu, proses pembersihan dan normalisasi saluran air terus dimaksimalkan agar aliran air tetap lancar.

Bupati Sidoarjo, H. Subandi, meninjau langsung kondisi lapangan, Rabu (12/11/2025). Ia memastikan bahwa alat berat sudah dikerahkan untuk mengeruk seluruh saluran air di wilayah tersebut.

“Kita pastikan semua saluran berfungsi normal dan lancar,” tegas Subandi.

Dengan penguatan perangkat dan kesiapsiagaan tersebut, Pemkab berharap banjir di bawah jalan tol depan Lippo tidak kembali terjadi. Kalaupun muncul genangan, penanganan bisa berlangsung cepat sehingga tidak menimbulkan dampak berkepanjangan.

“Rumah pompa dan pompa portable tetap standby 24 jam. Jika masih kurang, akan kita tambah. Ketika ada genangan, air harus segera ditarik agar tidak semakin parah,” ujar Bupati Subandi.

Ia juga mengingatkan agar insiden pompa rusak tidak terulang seperti saat banjir pada Senin sore. Ketika itu, pompa utama sempat terkendala sehingga tidak maksimal menyedot air. Setelah diperbaiki dan kembali berfungsi, genangan pun cepat teratasi.

“Supaya lebih cepat, kami menambah pompa air dan melakukan normalisasi saluran,” tambahnya.

Banjir di kawasan depan Lippo menjadi sorotan serius karena menjadi titik terparah dibanding lokasi lain pada awal musim hujan tahun ini.

Sementara itu, Shochib, operator rumah pompa di Jalan Raya Jati, menjelaskan bahwa genangan baru surut setelah hujan mereda. Ia mengakui gangguan listrik saat hujan deras menyebabkan pompa utama mati.

Sebagai langkah darurat, petugas mendatangkan tiga pompa portable meski kapasitasnya tidak sekuat pompa utama. Setelah listrik normal, pompa utama kembali difungsikan sehingga air cepat tersedot.

Saat ini, dua rumah pompa dan tiga pompa portable sudah berjaga penuh di titik rawan banjir. Pemerintah juga berencana menambah pompa portable untuk mempercepat penanganan jika terjadi hujan intens.

“Kami standby 24 jam. Begitu langit mendung, pompa langsung kami persiapkan. Saat ada genangan, pompa segera bekerja menyedot air,” jelas Shochib. (RM/SN/SU.id)