Memuat...

  • 16 April 2026 08:57 AM

PWI Sidoarjo 2025–2028 Dilantik, Wujudkan Sinergi Pers dan Pemerintah Daerah

PWI Sidoarjo 2025–2028 Dilantik, Wujudkan Sinergi Pers dan Pemerintah Daerah

PWI Sidoarjo periode 2025–2028 resmi dilantik, tekankan kolaborasi pers dan pemerintah untuk mendorong pembangunan daerah yang berintegritas.

SIDOARJOUPDATE — Sinergi antara insan pers dan pemerintah menjadi fokus utama dalam pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sidoarjo periode 2025–2028. Acara berlangsung di Pendopo Delta Wibawa, Senin (20/10/2025), dengan tema “Pers Kolaborasi Mewujudkan Sidoarjo Hebat, Baik, dan Bermartabat.”

Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Sidoarjo, Benny Airlangga Yogaswara, mewakili Bupati Sidoarjo Subandi, menyampaikan selamat kepada pengurus PWI yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa pers memiliki peran penting dalam menjaga transparansi serta menyebarluaskan informasi pembangunan daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada pengurus PWI yang baru. Kami berharap semangat kebersamaan dan integritas jurnalistik terus dijaga. PWI memiliki peran strategis di tengah arus deras digitalisasi,” kata Benny.

Benny juga menegaskan komitmen Pemkab untuk terus mendukung peran pers dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Pers yang independen dan profesional menjadi mitra penting pemerintah. Kolaborasi ini memastikan program pembangunan tersampaikan secara objektif dan membangun kepercayaan publik,” ujarnya.

Selain sebagai penyampai informasi, Benny menilai pers juga memiliki fungsi kontrol sosial yang konstruktif. Melalui pemberitaan yang objektif dan berimbang, media dapat menjadi pendorong optimisme masyarakat terhadap program pembangunan daerah.

“Kami berharap kepengurusan PWI Sidoarjo yang baru dapat terus meningkatkan profesionalisme jurnalis lokal dan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak,” tambahnya.

pwi-sidoarjo-a.jpg

Ketua PWI Sidoarjo terpilih periode 2025–2028, Mustain, menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia jurnalistik di era digital. Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi membuat media konvensional harus beradaptasi tanpa kehilangan integritas dan profesionalisme.

“Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap media secara fundamental. Hoaks dan disinformasi menyebar dengan cepat, sementara kredibilitas media konvensional terus diuji. Di tengah situasi ini, peran wartawan profesional menjadi sangat penting,” ujar Mustain.

Mustain memaparkan empat program utama yang akan menjadi fokus kerja pengurus baru, antara lain peningkatan kompetensi wartawan melalui pelatihan, seminar, dan sertifikasi profesional.

“Kami akan menjalin kolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat. Dengan kerja sama yang konstruktif, PWI Sidoarjo siap berkontribusi mewujudkan kabupaten yang hebat, baik, dan bermartabat,” jelasnya.

Pelantikan pengurus PWI Sidoarjo dilakukan langsung oleh Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, serta dihadiri Wakil Direktur Anti Kekerasan Wartawan PWI Pusat, H. Supardi Hardy, jajaran Forkopimda, dan tamu undangan lainnya.

Kegiatan diawali dengan penyerahan bantuan sosial kepada 50 anak yatim dan penyandang disabilitas sebagai bentuk kepedulian insan pers terhadap masyarakat sekitar. Suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi mewarnai prosesi pelantikan tersebut. (RM/SN/SU.id)