Memuat...

  • 16 April 2026 11:50 AM

Pretalia Dwi Rachmawati, Dokter Hewan Spesialis Kuda yang Langka di Jawa Timur

Pretalia Dwi Rachmawati, Dokter Hewan Spesialis Kuda yang Langka di Jawa Timur

Pretalia Dwi Rachmawati, dokter hewan spesialis kuda yang masih langka di Jatim, berbagi kisah perjuangan meraih pengakuan internasional.

SIDOARJO – Sejak kecil, Pretalia Dwi Rachmawati sudah jatuh cinta pada kuda, hewan berotot kuat yang dikenal sebagai pelari tangguh.

Kecintaan itu membawanya menempuh jalur langka: menjadi dokter hewan spesialis kuda, profesi yang masih jarang di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

Setelah lulus SMA di Sidoarjo, perempuan yang akrab disapa Eta ini memilih melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga, Surabaya.

“Orang tua awalnya ingin saya masuk Fakultas Kedokteran Umum. Tapi saya memilih FKH karena sejak kecil ingin dekat dengan hewan, khususnya kuda,” ujarnya.

Tantangan Menjadi Dokter Hewan Spesialis Kuda

Pretalia-Dwi-Rachmawati-b

Selama kuliah, Eta menyadari bahwa fokus pada kuda bukan pilihan populer di FKH. Namun, ia melihatnya sebagai tantangan.

“Ilmu tentang kuda memang tidak mudah. Jadi dokter hewan spesialis kuda bukan hanya soal keahlian, tapi juga soal hati,” katanya.

Ia juga membandingkan karakter pemilik kuda dengan pemilik hewan kecil seperti kucing atau anjing. Menurutnya, pemilik kuda umumnya lebih berkomitmen pada perawatan hewan mereka.

Perjalanan Menuju Pengakuan Internasional

Pretalia-Dwi-Rachmawati
 
Lulus dari FKH Unair pada 2016, Eta melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar International Official Veterinarian (IOV), pengakuan tertinggi dokter hewan di tingkat internasional.

Ia juga memegang sertifikasi resmi dari Federation Equestrian Internationale (FEI) yang berbasis di Swiss.

“Literatur tentang ilmu kuda sangat minim. Bahkan dosen yang mendalami bidang ini sudah wafat, jadi saya banyak belajar mandiri,” jelasnya.

Eta sempat magang di Artayasa Stable, kandang kuda milik suami artis Nabila Syakieb di Depok. Ia juga berkeliling ke berbagai kandang kuda di Jawa Barat hingga menemukan mentor di sebuah istal di Bandung.

Kini, Eta menjadi salah satu dokter hewan spesialis kuda di Jatim dan sering dipercaya menjadi official vet di berbagai event Pordasi maupun lomba berkuda lainnya.

Aktivitas Mengajar dan Mendirikan Sekolah Berkuda

Pretalia-Dwi-Rachmawati-a

Selain praktik, Eta aktif mengajar materi spesialis kedokteran kuda di almamaternya dan universitas lain. Ia juga pernah menjadi volunteer vet di PON XIX Bandung 2016.

Bersama suaminya, Zahlul Yussar, anggota DPRD Sidoarjo sekaligus atlet berkuda, Eta mendirikan Yussar Stable and Riding Club di Tanggulangin.

“Kami ingin menelurkan bibit atlet berkuda di Jatim yang berprestasi,” ungkap Eta.

Cinta yang Menghidupkan Perawatan Kuda

pretalia-dwi-rachmawati-d.jpg

Bagi Eta, merawat kuda membutuhkan kesabaran, kasih sayang, dan pemahaman mendalam tentang kondisi hewan.

“Merawat kuda seperti merawat anak sendiri. Kadang saya ajak bicara, saya manjakan, saya elus kepalanya. Intinya, penuh cinta,” pungkasnya. (RM/SN/SU.id)