Memuat...

  • 16 April 2026 07:24 AM

Pemkab Sidoarjo Gelar Job Fair Inklusif 2025, Buka Peluang bagi Disabilitas

Pemkab Sidoarjo Gelar Job Fair Inklusif 2025, Buka Peluang bagi Disabilitas

Pemkab Sidoarjo gelar job fair inklusif pertama bagi penyandang disabilitas. Ada 108 lowongan dari 10 perusahaan.

SIDOARJOUPDATE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menggelar Job Fair Inklusif 2025, bursa kerja pertama yang dibuka khusus bagi penyandang disabilitas di Kota Delta. Kegiatan berlangsung dua hari, 21–22 Oktober 2025, di GOR Sidoarjo, dan diikuti ratusan pelamar.

Kepala Disnaker Sidoarjo, Ainun Amalia, mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh 10 perusahaan yang membuka 108 lowongan kerja untuk penyandang disabilitas dari berbagai sektor.

“Job fair inklusif ini diikuti 10 perusahaan dengan 108 lowongan kerja bagi penyandang disabilitas dari berbagai sektor,” kata Ainun, Selasa (21/10/2025).

Pada hari pertama, tercatat sekitar 150 pelamar yang mengikuti proses rekrutmen di lokasi. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kesempatan kerja inklusif sangat dibutuhkan oleh masyarakat disabilitas di Sidoarjo.

Ainun menegaskan, tujuan utama dari job fair inklusif ini adalah memberikan kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas untuk bekerja sesuai kompetensi mereka.

“Job fair inklusif ini kami selenggarakan agar penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama dalam mencari dan mendapatkan pekerjaan. Mereka memiliki potensi dan talenta spesial yang patut diapresiasi,” ujarnya.

Menurut Ainun, Pemkab Sidoarjo berkomitmen untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap siapa pun, termasuk masyarakat dengan kebutuhan khusus.

“Kami ingin semua perusahaan merespons positif dan memaksimalkan rekrutmen tenaga kerja disabilitas. Mereka juga warga Sidoarjo yang punya hak sama untuk bekerja dan berkontribusi,” tegasnya.

Berdasarkan data Disnaker, saat ini terdapat 326 penyandang disabilitas yang telah bekerja di 38 perusahaan di wilayah Sidoarjo. Pemerintah terus mendorong perusahaan agar memenuhi kuota tenaga kerja disabilitas sesuai amanat Undang-Undang Ketenagakerjaan — minimal 2% bagi instansi pemerintah dan 1% bagi perusahaan swasta.

Ainun juga menyebut bahwa BPR Delta Artha ikut berpartisipasi dalam kegiatan tahun ini.

“Ke depan kami akan terus mendorong agar semakin banyak perusahaan membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas,” tambahnya.

Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih, memberikan apresiasi atas langkah progresif Pemkab dan Disnaker dalam menggelar job fair inklusif. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap kelompok disabilitas.

“Langkah strategis seperti ini harus terus ditingkatkan. Terlebih, Pemkab Sidoarjo sudah memiliki Perda Nomor 11 Tahun 2024 tentang Penghormatan dan Perlindungan Disabilitas,” jelas politisi PKB yang akrab disapa Cak Nasih.

Ia juga mengapresiasi perusahaan yang telah membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas.

“Semoga langkah ini bisa ditiru perusahaan lainnya. Menerima pekerja disabilitas bukan hanya soal keterampilan, tapi juga membawa keberkahan,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Ananda (24), penyandang tuna wicara asal Sidoarjo, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini. Alumni Al Chusnaini tersebut melamar di DNY Skincare untuk posisi bagian packing.

“Sebelumnya saya pernah bekerja di perusahaan di Pilang,” ujar Nanda melalui pendamping Disnaker yang mendampinginya saat pendaftaran.

Antusiasme peserta seperti Nanda menjadi bukti bahwa job fair inklusif memberikan harapan baru bagi para pencari kerja disabilitas di Sidoarjo.