Bantaran Sungai di Desa Temu Sidoarjo Longsor, Pemkab Lakukan Penanganan Darurat
Bantaran sungai di Desa Temu, Prambon, Sidoarjo longsor usai hujan deras. Pemkab bergerak cepat lakukan penanganan darurat demi keselamatan warga.
Memuat...
Proyek Rp24,6 miliar Alun-Alun Sidoarjo sudah 121 hari berjalan. DLHK pastikan pekerjaan selesai akhir November 2025.
SIDOARJOUPDATE – Pembangunan Alun-Alun Sidoarjo telah berjalan 121 hari dari total 210 hari kontrak. Dengan sisa waktu 89 hari, DLHK menargetkan proyek Rp24,6 miliar ini selesai akhir November 2025.
Data Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menunjukkan pemasangan lantai granit, trotoar, akses, dan drainase—termasuk box culvert—sedang berlangsung. Pantauan di lapangan, pekerja kontraktor PT Samudra Anugrah Indah Permai tetap memasang box culvert meski ada genangan air.
“Di lokasi sudah ada tim yang memantau dan memeriksa kualitas bangunan,” kata Hery Santoso, Kabid Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau DLHK Sidoarjo, Sabtu (20/9/2025).
Hery, akrab disapa Hersan, menyebut ada 69 pekerja di berbagai titik: taman lansia, taman anak, taman balita, dan area olahraga outdoor.
“Mereka tidak fokus di satu titik, tapi berbarengan di semua spot,” jelasnya.
Koordinasi dan monitoring dilakukan setiap hari, dengan evaluasi mingguan melibatkan DLHK, kontraktor, dan konsultan pengawas.
Evaluasi sempat mencatat kendala pemindahan kabel PLN di atas alun-alun. Kini pekerjaan normal kembali.
“Konsep kami, tidak ada kabel di atas alun-alun. Semua kabel ditanam di bawah tanah (ducting),” imbuh Hersan.
Monitoring ketat dilakukan untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi. Jika ada kelambatan, langkah cepat diambil, seperti menambah pekerja atau alat.
Meski kontrak berakhir 15 Desember 2025, DLHK menargetkan penyelesaian akhir November.
“Kalaupun ada yang kurang, masih ada waktu 15 hari untuk perbaikan, sehingga tak perlu perpanjangan kerja,” pungkas Hersan. (RM/SN/SU.id)
Bantaran sungai di Desa Temu, Prambon, Sidoarjo longsor usai hujan deras. Pemkab bergerak cepat lakukan penanganan darurat demi keselamatan warga.
Pemkab Sidoarjo mengirimkan tiga usulan kenaikan UMK 2026 ke Pemprov Jatim setelah rapat Dewan Pengupahan yang melibatkan pengusaha dan serikat pekerja.
PKB Sidoarjo melatih 120 kader muda dari 18 kecamatan untuk memperkuat basis pemilih milenial dan Gen Z jelang Pemilu 2029 melalui Pendidikan Kader Loyalis.