Memuat...

  • 16 April 2026 10:36 AM

Lima Jenazah Santri Korban Runtuhan Ponpes Al Khoziny Dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim

Lima Jenazah Santri Korban Runtuhan Ponpes Al Khoziny Dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim

Lima jenazah santri korban runtuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk proses identifikasi tim DVI.

SIDOARJOUPDATE - Proses evakuasi korban runtuhan bangunan Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, terus dilakukan tim gabungan. Hingga Jumat (3/9/2025), lima jenazah santri telah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol M. Khusnan menjelaskan, identifikasi dilakukan sesuai standar internasional dengan tahapan ketat.
“Dalam DVI ada proses membaca data, mulai dari baca TKP, antem mortem, hingga rekonsiliasi. Barang bukti dari korban harus difoto terlebih dahulu dan dimasukkan ke kantong berlabel agar tidak hilang,” ujarnya.

Untuk mempercepat proses, keluarga korban diminta menyerahkan dokumen pendukung. Menurut Kombes Khusnan, dokumen seperti ijazah dengan sidik jari, rekam medis, hingga foto terakhir korban sangat membantu.

“Data penunjang yang paling penting adalah rekam medis, termasuk periksa gigi panoramic. Dengan data ini, proses identifikasi bisa lebih cepat,” jelasnya didampingi Sekda Provinsi Jatim, Ady Karyono.

Ady menambahkan, pihaknya berharap keluarga santri segera melaporkan data antem mortem ke posko DVI agar penyerahan jenazah bisa dilakukan lebih cepat.
“Harapan saya, data antem mortem lengkap sehingga wali santri bisa memastikan ini putranya atau bukan, untuk segera dibawa pulang dan dimakamkan,” tuturnya.

Proses Evakuasi Masih Berlangsung

Hari kelima pasca-runtuhnya bangunan, tim rescue gabungan masih mencari puluhan korban yang belum ditemukan. Sejak pagi hingga pukul 11.30 WIB, empat jenazah tambahan berhasil dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara.

Sekda Jatim, Ady Karyono, selaku incident commander menegaskan, evakuasi dilakukan dengan alat berat sambil tim DVI mengumpulkan data awal di lokasi.
“Tim DVI sudah memotret di TKP untuk data awal, kemudian dicocokkan di rumah sakit dengan data keluarga,” ujarnya.

Kombes Pol Khusnan juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan ikut membantu evakuasi karena dapat merusak Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Partisipasi masyarakat tentu baik, tetapi jika langsung turun ke TKP bisa merusak barang bukti. Lebih baik bantuan disalurkan melalui posko resmi,” tegasnya.

Hingga kini, data resmi mencatat masih ada 58 santri yang dilaporkan hilang oleh keluarganya. Mereka diperkirakan tertimbun di zona hitam atau dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah yang berhasil dievakuasi terus diarahkan ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk diproses identifikasi. Keputusan ini diambil agar seluruh prosedur identifikasi dan tes DNA dapat dilakukan lebih cepat oleh pihak kepolisian. (RM/SN/SU.id)