Golkar Desak Pemkab Sidoarjo Segera Tuntaskan Master Plan Banjir Daerah
Golkar mendesak Pemkab Sidoarjo menuntaskan master plan banjir setelah genangan parah kembali melanda pusat kota usai hujan deras.
Memuat...
DPRD Sidoarjo minta SOP dan sistem deteksi dini limbah B3 untuk cegah pencemaran lingkungan serta lindungi kesehatan masyarakat.
SIDOARJOUPDATE – Komisi C DPRD Sidoarjo menyoroti serius pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dinilai berpotensi membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Hal ini dibahas dalam rapat kerja bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo terkait penyusunan dokumen program kedaruratan pengelolaan limbah B3 tingkat kabupaten.
Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo, Muh Zakaria Dimas Pratama, menekankan pentingnya standar operasional prosedur (SOP) tanggap darurat serta sistem deteksi dini di kawasan industri.
“Kita tidak boleh hanya menunggu laporan masyarakat. Kabupaten Sidoarjo harus memiliki sistem deteksi dini, SOP tanggap darurat yang jelas, serta tim khusus penanganan B3,” ujarnya, Rabu (27/8/2025).
Dimas mengingatkan sejumlah kasus pencemaran dan insiden terkait limbah B3.
“Ancaman kerusakan lingkungan dan kesehatan warga ini nyata. Jika limbah B3 tidak dikelola dengan SOP yang jelas, dampaknya akan merugikan masyarakat,” tegas Dimas, yang juga Ketua DPD Partai NasDem Sidoarjo.
Komisi C DPRD berkomitmen mendorong penguatan regulasi serta dukungan anggaran untuk memperkuat program kedaruratan limbah B3.
Langkah tersebut mencakup:
“Program ini tidak boleh hanya tertulis di atas kertas. Harus ada pengawasan, teknologi, serta keterlibatan masyarakat,” imbuhnya.
Menurut Dimas, dokumen program kedaruratan pengelolaan B3 harus menjadi pedoman bersama pemerintah, industri, dan masyarakat.
“Dengan SOP yang jelas, deteksi dini bisa dilakukan, dan penanganan darurat dapat berjalan lebih cepat,” pungkasnya. (RM/SN/SU.id)
Golkar mendesak Pemkab Sidoarjo menuntaskan master plan banjir setelah genangan parah kembali melanda pusat kota usai hujan deras.
Relawan Adies Kadir di Sidoarjo menangis haru usai MKD memutuskan Adies tidak bersalah dan memulihkan jabatannya di DPR RI.
Fraksi Golkar DPRD Sidoarjo kritik RAPBD 2026 karena ketimpangan belanja dan turunnya anggaran pendidikan hingga 37 persen.