Memuat...

  • 16 April 2026 05:50 AM

Bupati Subandi Sidak Proyek Infrastruktur Waru, Temukan Masalah Kualitas

Bupati Subandi Sidak Proyek Infrastruktur Waru, Temukan Masalah Kualitas

Bupati Sidoarjo Subandi sidak empat proyek infrastruktur Waru, temukan kendala kualitas beton hingga keterlambatan progres, dan perintahkan percepatan pekerjaan.

SIDOARJOUPDATE - Bupati Sidoarjo Subandi bersama Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Warih Andono melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap empat proyek infrastruktur di Kecamatan Waru, Sabtu (15/11/2025). Sidak dilakukan untuk memastikan progres pembangunan sesuai standar teknis serta tidak mengganggu aktivitas warga dan dunia usaha.

Lokasi pertama yang ditinjau adalah proyek betonisasi Jalan Kureksari–Kepuhkiriman. Proyek yang sudah berjalan selama 16 minggu itu mencatat progres 52,1 persen, lebih tinggi dari target 46,9 persen, atau surplus 5,1 persen. Meski begitu, Bupati Subandi menemukan persoalan lain di luar teknis pekerjaan.

“Masalah rumah yang belum ada suratnya akan kita tindak lanjuti. Dinas PU Bina Marga dan SDA bersama BPN akan mengawal proses pembongkarannya,” ujarnya.

Subandi juga menegaskan pentingnya pembersihan material sisa galian. Mengingat kawasan kanan–kiri jalan merupakan area industri, ia menekankan bahwa aktivitas proyek tidak boleh mengganggu mobilitas kendaraan maupun operasional usaha.

Situasi serupa muncul saat rombongan meninjau proyek peningkatan Jalan Kedungrejo–Wadungasri. Material pemasangan box culvert tampak menumpuk di tepi jalan hingga memicu kemacetan dan risiko kecelakaan. Di lokasi ini, progres proyek tercatat minus 18 persen, jauh dari target.

“Harus lembur, tambah shift. Kalau tidak, ya tidak selesai. Pembersihan juga penting karena banyak material galian di sisi kanan jalan. Nanti akan saya minta dikontrol oleh Dinas PU,” tegasnya.

Sidak berlanjut ke Tambak Sumur. Di titik ini, progres pekerjaan dinilai cukup baik meski pembersihan area proyek masih perlu ditingkatkan. Sementara itu, di Tambakrejo, Subandi menemukan masalah pada kualitas betonisasi. Beberapa tepi beton tampak rusak atau protol, padahal menggunakan spesifikasi K-450 yang seharusnya lebih kuat.

“Ini tidak boleh. Apa pun alasannya tidak bisa dibenarkan. Beton K-450 kok sudah gompel. Ini koreksi bagi pelaksana agar kualitas tetap terjaga,” ujar Subandi.

Meski demikian, progres pekerjaan di Tambakrejo justru menunjukkan hasil positif dengan realisasi 48 persen dari target 22 persen, atau surplus 26 persen. “Ini bagus. Tinggal kita koreksi kualitas bangunannya,” tambahnya.

Menurut Subandi, pengawasan yang ketat adalah faktor utama keberhasilan pembangunan. Ia meminta Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, serta pengawas lapangan untuk mengawal seluruh proses sesuai dokumen teknis dan RAB.

“Pengawasan penting. Kualitas bagus atau tidak tergantung pengawasnya. Kalau lebarnya lima meter, cek lima meter. Kalau empat meter, cek empat meter. Pembersihan juga harus sesuai RAB. Kalau pengawasan bagus, kualitas pasti bagus,” tegasnya. (RM/SN/SU.id)