Memuat...

  • 17 April 2026 04:07 PM

BPR Delta Artha Salurkan Rp18 Miliar Kurda 2 Persen untuk UMKM Sidoarjo

BPR Delta Artha Salurkan Rp18 Miliar Kurda 2 Persen untuk UMKM Sidoarjo

BPR Delta Artha salurkan Rp18 miliar lewat Kurda bunga 2% guna mendukung UMKM Sidoarjo naik kelas dan berdaya saing.

SIDOARJOUPDATE - Bank Perkreditan Rakyat (BPR Delta Artha) terus memperkuat dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sidoarjo melalui program Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda). Skema pinjaman dengan bunga ringan ini diharapkan mampu membantu pelaku usaha agar naik kelas dan lebih berdaya saing.

Direktur Utama BPR Delta Artha, Sofia Nurkrisnajati Atmaja, menyampaikan bahwa hingga September 2025 tercatat 605 debitur telah memanfaatkan Kurda dengan bunga hanya 2 persen. Total dana yang sudah tersalurkan mencapai Rp18 miliar.

“Dari 605 debitur program Kurda, dana yang sudah keluar sebesar Rp18 miliar,” ujar Sofia kepada TIMES Indonesia, Jumat (26/9/2025).

Kredit Lancar, UMKM Terbantu

Menurut Sofia, mayoritas debitur menunjukkan kinerja pembayaran yang baik. Hingga saat ini, tidak ada kasus kredit macet yang muncul dari program tersebut.

“Secara keseluruhan kredit berjalan lancar. Memang ada sedikit yang batuk-batuk juga (kurang lancar), tapi tidak sampai kredit macet,” jelasnya.

Pinjaman Ringan Tanpa Jaminan

Untuk pinjaman dengan nominal Rp5 juta hingga Rp10 juta, BPR Delta Artha tidak mewajibkan adanya jaminan. Cukup dengan KTP asli Sidoarjo dan bukti keterangan usaha, pelaku UMKM sudah bisa mengajukan.

Sementara itu, bagi pinjaman hingga plafon Rp50 juta, debitur diwajibkan memberikan jaminan. Meski begitu, bunga pinjaman tetap ringan, hanya 2 persen per tahun.

“Kami terbuka bagi para pelaku UMKM yang ingin mengajukan pinjaman. Silakan datang langsung ke kantor BPR Delta Artha untuk mendapatkan informasi dan pelayanan lebih lanjut,” tambah Sofia.

Dorongan Ekonomi Daerah

Program Kurda menjadi salah satu upaya nyata BPR Delta Artha bersama pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Program ini diharapkan mampu memperkuat permodalan UMKM agar tetap bertahan sekaligus berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat,” kata Sofia Nurkrisnajati. (RM/SN/SU.id)