Bantaran Sungai di Desa Temu Sidoarjo Longsor, Pemkab Lakukan Penanganan Darurat
Bantaran sungai di Desa Temu, Prambon, Sidoarjo longsor usai hujan deras. Pemkab bergerak cepat lakukan penanganan darurat demi keselamatan warga.
Memuat...
Pemkab Sidoarjo gerak cepat menekan lonjakan angka stunting lewat kolaborasi lintas sektor untuk wujudkan generasi emas bebas gizi buruk.
SIDOARJOUPDATE — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menghadapi tantangan baru dalam upaya menurunkan angka stunting, setelah data terbaru menunjukkan kenaikan dari 8,4 persen menjadi 10,6 persen.
Sekretaris Daerah (Sekda) Fenny Apridawati menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk mempercepat penurunan stunting di wilayahnya. Ia meminta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) meningkatkan kinerja dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Ini menjadi refleksi sekaligus motivasi bagi kita semua untuk bekerja lebih keras,” ujar Fenny saat membuka Rembuk Stunting di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (23/10/2025).
Fenny mengingatkan pentingnya validitas data lapangan agar kebijakan yang diterapkan benar-benar efektif. Ia berharap Badan Pusat Statistik (BPS) bersama tim terkait dapat melakukan sinkronisasi data secara menyeluruh.
Mantan Kepala Dinas Kesehatan itu juga menyoroti bahwa percepatan penurunan stunting berkaitan erat dengan peningkatan Human Capital Index (HCI) atau Indeks Modal Manusia.
“Stunting bukan hanya soal gizi, tetapi juga investasi masa depan untuk mencetak generasi emas. Keberhasilan menurunkan angka stunting akan berdampak pada peningkatan kualitas SDM di Kabupaten Sidoarjo,” jelasnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sidoarjo, Heni Kristiani, menjelaskan bahwa kegiatan rembuk stunting ini merupakan agenda tahunan untuk mengevaluasi capaian dan strategi daerah dalam percepatan penurunan stunting.
“Rapat ini merupakan tindak lanjut dari amanat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Ini sejalan dengan regulasi BKKBN yang menekankan pentingnya integrasi lintas sektor,” terangnya.
Menurut Heni, langkah percepatan perlu dilakukan secara efektif, terkoneksi, dan terintegrasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat.
“Permasalahan stunting tidak bisa diselesaikan hanya dari satu sisi. Diperlukan kerja bersama agar solusi yang diterapkan benar-benar menyentuh akar masalah,” imbuhnya.
Heni juga berharap seluruh pemangku kepentingan di Sidoarjo dapat memperkuat koordinasi dan memperluas jangkauan intervensi.
Ia menegaskan pentingnya memastikan program pencegahan stunting berjalan efektif hingga ke tingkat desa agar hasilnya benar-benar terasa di masyarakat.
“Mari kita bersama-sama mengejar penurunan stunting di Kabupaten Sidoarjo,” tutupnya. (RM/SN/SU.id0
Bantaran sungai di Desa Temu, Prambon, Sidoarjo longsor usai hujan deras. Pemkab bergerak cepat lakukan penanganan darurat demi keselamatan warga.
Pemkab Sidoarjo mengirimkan tiga usulan kenaikan UMK 2026 ke Pemprov Jatim setelah rapat Dewan Pengupahan yang melibatkan pengusaha dan serikat pekerja.
PKB Sidoarjo melatih 120 kader muda dari 18 kecamatan untuk memperkuat basis pemilih milenial dan Gen Z jelang Pemilu 2029 melalui Pendidikan Kader Loyalis.