Memuat...

  • 16 April 2026 10:54 AM

Vanenburg Wajibkan Garuda Muda Menang atas Makau di Kualifikasi Piala Asia U-23

Vanenburg Wajibkan Garuda Muda Menang atas Makau di Kualifikasi Piala Asia U-23

Pelatih Timnas U-23, Gerald Vanenburg, tegaskan Garuda Muda wajib menang atas Makau di Kualifikasi Piala Asia 2026 demi menjaga peluang lolos.

SIDOARJOUPDATE – Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, menegaskan anak asuhnya wajib meraih kemenangan saat menghadapi Makau pada laga kedua Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (6/9/2026).

Harus Menang Demi Tiket Putaran Final

Pernyataan tegas itu disampaikan usai Garuda Muda ditahan imbang Laos 0-0 pada laga perdana, Rabu (3/9). Hasil tersebut membuat peluang Indonesia menuju putaran final di Arab Saudi, Januari 2026, semakin berat.

“Kita harus menang melawan Makau, dan seharusnya bisa menang dengan mudah. Jika tidak, kita akan menghadapi masalah besar,” tegas Vanenburg dalam konferensi pers.

Format Kompetisi yang Ketat

Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 hanya meloloskan 11 juara grup dan empat runner-up terbaik. Dengan format ketat ini, setiap poin menjadi sangat krusial bagi peluang lolos.

Makau sendiri datang dengan catatan buruk setelah kalah 0-5 dari Korea Selatan di laga pertama. Kemenangan atas Makau dinilai penting, tidak hanya untuk mengembalikan kepercayaan diri Garuda Muda, tetapi juga membuka jalan bersaing memperebutkan tiket putaran final.

Laga Penentuan Kontra Korea Selatan

Setelah menghadapi Makau, Indonesia akan menantang Korea Selatan, lawan terkuat di grup, pada Selasa (9/9). Vanenburg menegaskan timnya juga wajib mengincar kemenangan. “Kita harus menang melawan Korea Selatan. Tidak ada pilihan lain,” ujarnya.

Evaluasi Usai Ditahan Laos

Terkait hasil imbang kontra Laos, Vanenburg tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Menurutnya, tim tampil kurang solid dan gagal memaksimalkan peluang. Kondisi ini kontras dengan performa impresif saat menghantam Brunei Darussalam 8-0 di Kejuaraan ASEAN U-23 Juli lalu.

“Kalau melihat laga melawan Brunei, coba bandingkan jumlah gol di babak pertama dengan babak kedua. Itu memperlihatkan perbedaan yang signifikan,” ungkap pelatih berusia 61 tahun tersebut. (RM/SN/SU.id)