Bantaran Sungai di Desa Temu Sidoarjo Longsor, Pemkab Lakukan Penanganan Darurat
Bantaran sungai di Desa Temu, Prambon, Sidoarjo longsor usai hujan deras. Pemkab bergerak cepat lakukan penanganan darurat demi keselamatan warga.
Memuat...
Tiga santri meninggal akibat ambruknya musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. Tim SAR masih lakukan evakuasi puluhan korban lainnya.
SIDOARJOUPDATE - Jumlah korban meninggal dunia akibat ambruknya musala asrama putra Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, kembali bertambah. Setelah sebelumnya seorang santri, Maulana Alfan Ibrahim (11) asal Surabaya, dinyatakan wafat, kini dua santri lainnya juga dilaporkan meninggal.
Kedua korban terbaru adalah Mochammad Mashudulhaq, santri asal Kali Kendal, Dukuhpakis, Surabaya, serta Muhammad Sholeh (22), asal Pandan, Bangka Belitung. Keduanya sempat menjalani perawatan intensif di RSUD dr. R. Tjokronegoro Notopuro, namun nyawa mereka tidak tertolong.
Evakuasi Berlangsung Hingga Dini Hari
Proses pencarian dan evakuasi korban masih terus dilakukan tim gabungan sejak Senin (29/9/2025) sore hingga Selasa dini hari. Tim SAR dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Damkar, hingga relawan, bekerja ekstra hati-hati menggunakan alat berat karena sisa bangunan dikhawatirkan masih rawan roboh.
Hingga Selasa pagi, hampir 100 santri menjadi korban dalam tragedi ini. Rinciannya:
Penjelasan Pengasuh Ponpes
Pengasuh Ponpes Al Khoziny, KH Abdus Salam Mujib atau Gus Salam, menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah tersebut. Ia menjelaskan, musala yang ambruk merupakan bagian dari proyek pembangunan yang sudah berjalan sekitar 10 bulan dan sedang dalam tahap akhir pengecoran.
“Proses pengecoran terakhir seharusnya sudah selesai waktu Dhuhur. Namun sepertinya penopang cor tidak kuat sehingga menekan ke bawah dan roboh total,” kata Gus Salam.
Ia menambahkan, dirinya tidak mengetahui pasti berapa jumlah santri yang sedang berada di dalam musala saat insiden terjadi. “Bangunan itu lantai satu dipakai salat, sementara lantai atas masih kosong karena memang belum digunakan,” ujarnya.
Suasana Duka dan Penyelidikan Penyebab
Pantauan di lokasi menunjukkan suasana penuh duka. Puluhan ambulans terus hilir mudik mengantar korban ke rumah sakit rujukan. Keluarga santri dan warga sekitar tampak cemas menanti kabar dari tim penyelamat.
Sementara itu, penyebab pasti ambruknya bangunan yang baru berusia 10 bulan tersebut kini masih dalam penyelidikan tim Inafis Polda Jawa Timur bersama Polresta Sidoarjo. (RM/SN/SU.id)
Bantaran sungai di Desa Temu, Prambon, Sidoarjo longsor usai hujan deras. Pemkab bergerak cepat lakukan penanganan darurat demi keselamatan warga.
Pemkab Sidoarjo mengirimkan tiga usulan kenaikan UMK 2026 ke Pemprov Jatim setelah rapat Dewan Pengupahan yang melibatkan pengusaha dan serikat pekerja.
PKB Sidoarjo melatih 120 kader muda dari 18 kecamatan untuk memperkuat basis pemilih milenial dan Gen Z jelang Pemilu 2029 melalui Pendidikan Kader Loyalis.