Memuat...

  • 16 April 2026 09:07 AM

79 Santri Jadi Korban Runtuhnya Gedung Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, 1 Meninggal Dunia

79 Santri Jadi Korban Runtuhnya Gedung Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, 1 Meninggal Dunia

Runtuhnya gedung Ponpes Al Khoziny Sidoarjo 1 santri meninggal dunia dan melukai puluhan lainnya. Proses evakuasi masih berlangsung hingga malam hari.

SIDOARJOUPDATE – Suasana duka menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, setelah bangunan musala tiga lantai di kompleks pesantren tersebut roboh pada Senin sore (29/9/2025). Insiden tragis ini mengakibatkan 79 santri menjadi korban, dengan satu di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Kronologi Runtuhnya Gedung Ponpes Al Khoziny

Peristiwa terjadi saat para santri putra tengah bersiap melaksanakan salat asar berjemaah. Bangunan yang roboh merupakan gedung berlantai tiga, di mana bagian bawah digunakan sebagai musala. Informasi di lapangan menyebutkan, lantai atas baru saja dilakukan pengecoran.

Hingga kini, penyebab pasti robohnya bangunan masih belum diketahui. Petugas gabungan bersama pihak pesantren masih melakukan penyisiran di lokasi untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal di bawah puing.

Data Korban Menurut Polda Jatim

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyampaikan perkembangan jumlah korban.

“Total ada 79 korban, terdiri dari 34 orang dirawat di RSUD RT Notopuro dan 45 santri lainnya di RSI Siti Hajar. Satu korban meninggal dunia,” jelasnya di lokasi kejadian.

Namun, Kombes Pol Abast menambahkan, jumlah korban terus diperbarui seiring proses evakuasi. Pada pukul 20.30 WIB, data sementara menunjukkan 83 korban berhasil dievakuasi dengan rincian:

  • RS Siti Hajar: 45 korban (44 luka, 1 meninggal dunia)
  • RSUD Sidoarjo: 34 korban luka
  • RS Delta Surya Sidoarjo: 4 korban luka

“Jumlah pasti korban masih dalam proses pendataan, mengingat evakuasi masih berlangsung hingga malam ini,” tegasnya.

Proses Evakuasi Masih Berlangsung

Tim SAR bersama TNI, Polri, BPBD, dan relawan hingga Senin malam masih terus melakukan evakuasi secara manual. Alat berat tidak dapat digunakan karena berisiko menimbulkan runtuhan tambahan yang bisa membahayakan korban terjebak.

Sejumlah ambulans berjaga di depan pesantren untuk membawa korban yang berhasil diselamatkan. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati menggunakan lampu sorot karena minimnya penerangan di area reruntuhan.

Dukungan Aparat dan Relawan

Polda Jatim menurunkan satu pleton Sabhara, satu pleton Brimob, serta tiga SSK dari Polresta Sidoarjo guna mempercepat evakuasi dan pengamanan lokasi.

“Kami bersama stakeholder terkait terus melakukan komunikasi dengan pihak pesantren dan rumah sakit untuk memastikan semua korban mendapat penanganan terbaik,” kata Kombes Pol Abast.

Suasana Duka di Ponpes Al Khoziny

Warga sekitar, keluarga santri, dan para pengurus pesantren terlihat memadati lokasi dengan wajah cemas. Hingga berita ini diturunkan, penyisiran masih dilakukan untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal di bawah reruntuhan. (RM/SN/SU.id)